<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4789">
 <titleInfo>
  <title>Kitab Lengkap Tokoh-Tokoh Wayang dan Silsilahnya</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sucipta, Mahendra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Narasi</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xviii + 418hlm: 14,5x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wayang dapat diumpamakan sebagai wadah jiwa, penokohannya melambangkan karakter manusia, sedangkan jagad pewayangan adalah dunia besarnya. Belajar wayang sama dengan mempelajari diri sendiri, sifat-sifat dasar manusia. Melalui kisah-kisah yang terjadi diantara tokoh-tokohnya kita dapat mempelajari serangkaian makna yang mengilhami perjalanan hidup seorang manusia. Yudhistira adalah salah satu Pandawa, satu-satunya yang memiliki darah putih, tertakdir untuk tidak dapat berbohong, selalu berkata jujur. Namun kejujuran dan kebaikannya justru mengantarkan ia dan saudara-saudaranya ditaklukkan melalui pertandingan dadu sehingga harus menyerahkan kerajaannya kepada Korawa yang zalim serta menanggung konsekuensi lain dengan mengasingkan diri selama 12 tahun. Pandawa kalah strategi, kebaikan mereka tidak mendapatkan balasan yang semestinya. Hal ini memberikan pelajaran padanya, bahwa berbekal kebaikan dan ketulusan saja tidak cukup untuk memimpin sebuah Negara. Prasangka baik bahwa Korawa hanya mengajak bermain dadu tidaklah benar, Sadewa yang telah membaca pertanda buruk ini diabaikannya. Korawa betul-betul mengantarkannya kepada penderitaan. Setelah tertipu Korawa, Yudhistira pun mulai memperbaiki diri di masa pengembaraan. Ia menyiapkan siasat, sedangkan Arjuna memohon bantuan kepada Kresna Yang Agung. Tiba Perang Baratayudha, Yudhistira membuktikan diri sebagai pemimpin di barisan depan, gagah, utama, dan lebih cerdik. Dengan kejujurannya yang baru ia berhasil menyerang kelemahan Durna, tameng Korawa. Mengantarkan Pandawa pada kemenangan. Pelajaran bagi kita dari kisah ini adalah selalu belajar sepanjang hayat, berani mengakui kesalahan dan memperbaiki diri, serta tak lupa menegakkan keadilan Sejati.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Wayang</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>filsafat Jawa</topic>
 </subject>
 <classification>181.16</classification>
 <identifier type="isbn">9791684898</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>181.16 Suc k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18981</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>181.16 Suc k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Kitab_Lengkap_Tokoh2_Wayang.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4789</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-11 11:12:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>