Record Detail
Advanced SearchText
Pendidikan Karakter Sosial dalam Keluarga Katolik dan Dinamika Relasi Sosial Remaja Akhir (Studi Fenomenologis di Paroki St. Andreas Tidar dalam Terang Amoris Laetitia Art. 274-279)
Penelitian ini membahas tentang pendidikan karakter sosial dalam keluarga Katolik dan pengaruhnya terhadap dinamika relasi sosial remaja akhir. Latar belakang penelitian berangkat dari keprihatinan terhadap kompleksitas problem relasionalitas yang dihadapi remaja akhir saat ini, seperti perundungan, seks bebas, sikap intoleran, dan gaya hidup hedonistik. Keluarga dipandang sebagai sel fundamental yang dapat membantu anak-anak menghadapi berbagai persoalan tersebut dan berkembang secara integral, termasuk dalam membangun relasi dengan sesama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 16 partisipan yang terdiri dari orang tua, remaja akhir, rekan sekolah, dan pengurus gereja di Paroki St. Andreas Tidar Malang. Kerangka analisis menggunakan Seruan Apostolik Amoris Laetitia artikel 274-279 yang membahas tentang keluarga sebagai ajang pendidikan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter sosial dalam keluarga Katolik diimplementasikan melalui empat pola utama yakni keteladanan dan pembiasaan, pedagogi realitas lingkungan sekitar. komunikasi dialogis dan pendekatan non-otoriter, serta ketegasan yang melindungi. Iman menjadi fondasi utama yang membentuk nilai-nilai karakter sosial seperti sopan santun, saling mennghargai, empati, tanggung jawab, keterbukaan terhadap perbedaan, dan solidaritas. Pendidikan ini memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan relasional remaja akhir yang tercermin dalam sikap inklusif, kepedulian sosial, kemampuan komunikasi yang efektif, serta ketahanan terhadap pengaruh negatif pergaulan dan media sosial. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan dalam implementasi pendidikan karakter sosial, meliputi pengaruh media sosial yang masif, gaya hidup hedonistik, perbedaan budaya orang tua, serta keterbatasan waktu kebersamaan keluarga. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan perlunya Gereja hadir secara sinodal dalam mendampingi keluarga-keluarga melalui program pastoral berbasis integrasional serta penguatan peran orang tua sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anak.
Availability
| 24.01021 | 268.82 Sar p | Perpustakaan STFT | Available |
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Call Number |
268.82 Sar p
|
| Publisher | STFT Widya Sasana : Malang., 2026 |
| Collation |
xii + 242hlm; 21,5x28cm
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
268.82
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available






