Image of Migran sebagai Peziarah Pengharapan: Refleksi Teologi Migran dalam Pengalaman Mantan Pekerja Migran Indonesia

Text

Migran sebagai Peziarah Pengharapan: Refleksi Teologi Migran dalam Pengalaman Mantan Pekerja Migran Indonesia



Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pengharapan dalam pengalaman mantan Pekerja Migran Indonesia (eks-PMI) serta dinamika penghayatannya dalam perjalanan migrasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis data sekunder dari jurnal-jurnal ilmiah yang mendokumentasikan pengalaman para migran. Data tersebut direfleksikan dalam terang Kitab Suci serta dokumen-dokumen Gereja. Penelitian ini juga berdialog dengan filsafat eksistensial Gabriel Marcel tentang homo viator serta teologi migrasi yang memandang pengalaman migran sebagai locus theologicus yang otentik. Penelitian ini menemukan dua kesimpulan utama. Pertama, para mantan PMI memaknai pengharapan secara eksistensial sebagai daya penggerak yang mendorong keberanian meninggalkan tanah air, kekuatan bertahan di tengah penderitaan dan eksploitasi, ikatan relasional yang dipelihara dalam solidaritas sesama migran, serta daya ubah yang mentransformasi hidup dan cara pandang mereka ketika pulang. Pemaknaan ini lahir dari pergulatan hidup konkret, bukan dari pembelajaran teoritis. Kedua, penghayatan pengharapan dalam perjalanan migrasi mengikuti pola empat tahap dinamis: tahap pra-keberangkatan dimana pengharapan dihayati sebagai dorongan yang menggerakkan ke dalam ketidakpastian: tahap penderitaan di perantauan di mana pengharapan dihayati sebagai pergulatan antara putus asa dan bertahan sekaligus ruang pemurnian: tahap penopangan komunal di mana pengharapan dihayati sebagai anugerah yang diterima dari sesama: dan tahap kepulangan di mana pengharapan dihayati sebagai buah matang yang mewujud dalam penerimaan, rasa syukur, dan panggilan baru untuk melayani. Keempat tahap ini menunjukkan bahwa penghayatan pengharapan adalah perjalanan spiritual di mana manusia tidak hanya memiliki pengharapan, tetapi pada akhirnya menjadi pengharapan itu sendiri, sebagaimana Gereja dipahami sebagai Ecclesia peregrinans, umat Allah yang sedang berziarah menuju rumah abadi. Penelitian ini berimplikasi pada pengayaan konsep homo viator Marcel, kontribusi bagi teologi migran Indonesia, serta panggilan pastoral bagi Gereja untuk menjadi komunitas penopang penghargaan, menyediakan pendampingan spiritual, membela keadilan migran, dan mereposisi migran sebagai pewarta pengharapan.


Availability

24.01018261.83 Sim mPerpustakaan STFTAvailable

Detail Information

Series Title
-
Call Number
261.83 Sim m
Publisher STFT Widya Sasana : Malang.,
Collation
x + 109hlm; 21,5x28cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
261.83
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility

Other version/related

No other version available




Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this