<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22881">
 <titleInfo>
  <title>Kesepakatan Nikah Simulatif:</title>
  <subTitle>Relevansi dan Implikasi pada Anulasi Perkawinan (Referensi bagi Fungsionaris Tribunal)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raharso, A. Tjatur</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>Dioma</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiii + 149hlm; 15,5x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dari ketentuan kan. 1101, §1, simulasi dapat didefinisikan sebagai ketidaksesuaian (divergensi) atau keberseberangan (diskordansi) antara kehendak batin seseorang dengan manifestasi eksternalnya. Simulasi bisa terjadi pada satu pihak saja, atau sama-sama dilakukan oleh kedua pihak dengan motif dan tujuan berbeda. Simulasi berarti bahwa pada saat perayaan nikah pernyataan verbal salah satu atau kedua pihak (ya, aku mau mengambil engkau sebagai suami/istriku), yang memberi kesan lahiriah kepada pasangan tentang adanya kehendak untuk menikah, tidak sesuai atau bertolak belakang dengan kehendak dalam batin (tidak, aku tidak mau mengambil engkau sebagai suami/istriku). Kebohongan dan kepura-puraan dalam janji nikah memiliki konsekuensi yang sangat berat dan serius, baik secara yuridis maupun moral dan psikologis, baik terhadap kebaikan individu maupun masyarakat. Buku ini menyajikan doktrin kanonik mengenai kesepakatan nikah simulatif, yang berguna sebagai referensi bagi para pastor paroki atau para petugas pastoral perkawinan dan keluarga, serta fungsionaris tribunal gerejawi dalam menangani perkara perkawinan dengan indikasi adanya simulasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hukum perkawinan Katolik</topic>
 </subject>
 <classification>262.94</classification>
 <identifier type="isbn">9786238062157</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>262.94 Rah k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">21263</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>262.94 Rah k</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">21264</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>262.94 Rah k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Kesepakatan_Nikah_Simulatif.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>22881</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-09-02 10:21:11</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-09-02 10:22:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>