Record Detail
Advanced SearchText
Burnout Society Menurut Byung-Chul Han dan Relevansinya bagi Generasi Z
Perkembangan peradaban manusia senantiasa ditandai oleh perubahan cara berpikir dalam memahami realitas, dari yang semula berorientasi pada mitos menuju dominasi logos atau nalar rasional. Transformasi ini mencerminkan evolusi kesadaran manusia dalam menafsirkan dunia dan kehidupannya secara lebih logis dan ilmiah. Seiring dengan kemajuan teknologi dan globalisasi, masyarakat modern kini terbentuk oleh nilai-nilai dominan seperti efisiensi, produktifitas, dan kompetensi. Meskipun nilai-nilai ini mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi, di sisi lain juga menimbulkan tekanan psikologis yang signifikan terhadap individu. Dalam konteks inilah Byung-Chul Han, seorang filsuf asal Korea Selatan, memperkenalkan konsep burnout society dalam karyanya tahun 2010. Iya menyoroti bagaimana masyarakat saat ini telah bergeser menjadi masyarakat prestasi (achievement society) yang mendorong individu untuk terus bekerja dan bersaing tanpa henti, sehingga menimbulkan kelelahan mental dan fisik yang parah.
Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, menjadi kelompok yang paling rentan mengalami fenomena ini. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang sangat digital, kompetitif, dan penuh tekanan sosial untuk selalu"online" dan berprestasi. Budaya kerja keras yang berlebihan dan tuntutan kesuksesan sejak usia muda menjadikan Generasi Z rawan mengalami gangguan kesehatan mental seperti burnout, depresi, kecemasan, bahkan risiko bunuh diri. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis pemikiran Byung-Chul Han mengenai burnout society serta merefleksikan relevansinya terhadap kehidupan psikososial Generasi Z di era kontemporer. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran akan keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan mental. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan wawasan intelektual, mendorong perubahan niali-nilai sosial yang lebih manusiawi, serta menawarkan upaya preventif dalam menghadapi krisis mental di kalangan generasi muda.
Availability
| 21.038 | 303.4 Wok b | Perpustakaan STFT | Available |
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Call Number |
303.4 Wok b
|
| Publisher | STFT Widya Sasana : Malang., 2025 |
| Collation |
xiii + 101hlm: 21,5x28cm
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
303.4
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available






